Sahabat
adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau
taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia
pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan
mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia
bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tidak takut membisikkan kata “tidak” dikalbumu
sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”. Dan bilamana ia diam, hatimu
tiada henti mencoba merangkum bahasa hatinya. Di kala berpisah dengan sahabat,
janganlah berduka cita, karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin
lebih cemerlang dalam ketiadaannya. Bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari
persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih
yang menyisakan pamrih, diluar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi
sebuah jala yang ditebarkan, hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan
persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim
surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa
sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,untuk sekedar bersama dalam
membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu. Karena
dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam
manisnya persahabatan, biarlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan. Karena dalam
titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati diri dan gairah
segar kehidupan.
( BY Kahlil Gibran )

Bagus
BalasHapus👍
BalasHapus