Pernahkah kita berfikir
betaba besar dan banyaknya pengorbanan kedua orang tua kita,dan pernahkah kita
berpikir juga untuk membalas itu
semua.???
Rata-rata dari kita pasti tidak pernah memikirkan itu semua, walaupun kedua orang tua kita tidak pernah
mengharapkan balasan dari kita.
AYAH
Ayah, seorang yang selalu bekerja membanting tulang... itu semua dilakukan hanya untuk memenuhi
kebutuhan kita. Sampai-sampai, ia tak pernah memikirkan kesehatannya.karena yang
beliau pikirkan hanyalah bagaimana cara agar
bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, hanya itu yang ada dalam fikirannnya...
APAKAH
KITA SEMUA PERNAH MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG TUA KITA DISAAT MEREKA TIDAK BISA MEMENUHI
BEBUTUHAN KITA ?????
MIRIS, sering kali kita marah karena keinginan yang tidak dapat
dikabulkan oleh mereka.
Tetapi, ia masih tetap berusaha untuk
memenuhi permintaan kita, sampai-sampai ia bekerja tiada henti, bahkan tak segan ia meminjam uang
kesana kemari hanya untuk kita. Begitulah
besarnya pengorbanan seorang Ayah. Akankah kita sekarang sudah berfikir sejauh itu ? Dan lihatlah wajah Ayah kita masing-masing ketika beliau tidur... ITU LAH WAJAH LELAH, karena seharian telah bekerja membating tulang hanya untuk kita.
Dan
untuk para lelaki,
bayangkan apabila kalian
dalam posisi seperti tadi, apa
yang akan anda lakukan dan
bagaimana perasaan anda,,???
Ayah
adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sifat, sikap, dan
perbuatannya. Ayah memiliki tanggungjawab besar untuk keluarga dan kasih
sayangnya tidak perlu diragukan lagi karena
setara dan mungkin lebih besar. Seperti kata orang, ibu memiliki kasih sayang
yang besar pada anak karena ibu yang melahirkan dan mengasuh anak. Tapi, kasih
sayang ayah mungkin jauh lebih besar. Fitrah ayah yang tak mampu seperti ibu
yang dapat melahirkan, sehingga membuat kasih sayang ayah akan lebih besar dan
dalam. Karena adakalanya ayah iri melihat anak-anak lebih dekat dengan ibunya.
Oleh karena itu, semaksimal mungkin ayah akan memenuhi permintaan dan kebutuhan
keluarga terutama untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anggota keluarga dalah
kebahagiaan dirinya. Itulah gambaran seorang ayah.
Sifat ayah pada dasarnya
adalah mengayomi, bertanggungjawab dan berusaha membuat anggota keluarga senang
dan bahagia. Pendidikan, pengetahuan dan pendapatan yang rendah tidak akan
menghalangi munculnya sifat alami tersebut pada sosok ayah. Mungkin ayah pernah
marah atau memukul anak-anaknya, tapi percayalah bahwa hal tersebut merupakan bentuk
kasih sayangnya. Ayah berharap anak-anaknya menjadi seorang manusia yang tak mudah rapuh, tidak nakal/ menyalahi aturan, kuat, bertanggungjawab, dan
menjadi manusia yang mandiri dalam menjalani proses kehidupan yang panjang dan
berliku. Proses tersebut membutuhkan banyak bekal diantaranya sifat-sifat yang
diajarkan ayah sewaktu kecil dengan memarahi, memukul, dan memberi kasih sayang. Untuk menjalani
kehidupan tidak akan semudah dalam bayangan seperti dalam dongeng/cerita peri,
bim salabim langsung jadi. Semua pekerjaan dan pilihan hidup membutuhkan
keyakinan dan usaha. Hal tersebutlah yang selalu diajarkan ayah pada
anak-anaknya.
Ayah
memiliki tanggungjawab yang besar dalam mendidik anak. Namun, selain itu beliau
juga memiliki tanggungjawab untuk memberi nafkah pada keluarga. Seberapa capek
dan keringat bercucuran beliau tetap bekerja. Walaupun tulang mulai merapuh,
kulit mengeriput, nafas tidak lagi kuat beliau tetap berjalan tegak mencari
nafkah untuk keluarga...
Cr. http://smarttuel.blogspot.co.id/2012/11/pengorbanan-seorang-ayah-ibu.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar