Senin, 02 Oktober 2017

Pengorbanan Seorang AYAH


Pernahkah kita berfikir betaba besar dan banyaknya pengorbanan kedua orang tua kita,dan pernahkah kita berpikir juga untuk membalas itu semua.??? Rata-rata dari kita pasti tidak pernah memikirkan itu semua, walaupun kedua orang tua kita tidak pernah mengharapkan balasan dari kita.

                                                                          AYAH


Ayah, seorang yang selalu bekerja membanting tulang... itu semua dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kita. Sampai-sampai, ia tak pernah memikirkan kesehatannya.karena yang beliau pikirkan hanyalah bagaimana cara agar bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, hanya itu yang ada dalam fikirannnya...
APAKAH KITA SEMUA PERNAH MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG TUA KITA DISAAT MEREKA TIDAK BISA MEMENUHI BEBUTUHAN KITA ????? 
MIRIS, sering kali kita marah karena keinginan yang tidak dapat dikabulkan oleh mereka

Tetapi, ia masih tetap berusaha untuk memenuhi permintaan kita, sampai-sampai ia bekerja tiada henti, bahkan tak segan ia meminjam uang kesana kemari hanya untuk kita. Begitulah besarnya pengorbanan seorang Ayah. Akankah kita sekarang sudah berfikir sejauh itu ? Dan lihatlah wajah Ayah kita masing-masing ketika beliau tidur... ITU LAH WAJAH LELAH, karena seharian telah bekerja membating tulang hanya untuk kita

Dan untuk para lelaki, bayangkan apabila kalian dalam posisi seperti tadi, apa yang akan anda lakukan dan bagaimana perasaan anda,,???

Ayah adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sifat, sikap, dan perbuatannya. Ayah memiliki tanggungjawab besar untuk keluarga dan kasih sayangnya tidak perlu diragukan lagi karena setara dan mungkin lebih besar. Seperti kata orang, ibu memiliki kasih sayang yang besar pada anak karena ibu yang melahirkan dan mengasuh anak. Tapi, kasih sayang ayah mungkin jauh lebih besar. Fitrah ayah yang tak mampu seperti ibu yang dapat melahirkan, sehingga membuat kasih sayang ayah akan lebih besar dan dalam. Karena adakalanya ayah iri melihat anak-anak lebih dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, semaksimal mungkin ayah akan memenuhi permintaan dan kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anggota keluarga dalah kebahagiaan dirinya. Itulah gambaran seorang ayah. 

Sifat ayah pada dasarnya adalah mengayomi, bertanggungjawab dan berusaha membuat anggota keluarga senang dan bahagia. Pendidikan, pengetahuan dan pendapatan yang rendah tidak akan menghalangi munculnya sifat alami tersebut pada sosok ayah. Mungkin ayah pernah marah atau memukul anak-anaknya, tapi percayalah bahwa hal tersebut merupakan bentuk kasih sayangnya. Ayah berharap anak-anaknya menjadi seorang manusia yang tak mudah rapuh, tidak nakal/ menyalahi aturan, kuat, bertanggungjawab, dan menjadi manusia yang mandiri dalam menjalani proses kehidupan yang panjang dan berliku. Proses tersebut membutuhkan banyak bekal diantaranya sifat-sifat yang diajarkan ayah sewaktu kecil dengan memarahi, memukul, dan memberi kasih sayang. Untuk menjalani kehidupan tidak akan semudah dalam bayangan seperti dalam dongeng/cerita peri, bim salabim langsung jadi. Semua pekerjaan dan pilihan hidup membutuhkan keyakinan dan usaha. Hal tersebutlah yang selalu diajarkan ayah pada anak-anaknya.

            Ayah memiliki tanggungjawab yang besar dalam mendidik anak. Namun, selain itu beliau juga memiliki tanggungjawab untuk memberi nafkah pada keluarga. Seberapa capek dan keringat bercucuran beliau tetap bekerja. Walaupun tulang mulai merapuh, kulit mengeriput, nafas tidak lagi kuat beliau tetap berjalan tegak mencari nafkah untuk keluarga...






Cr. http://smarttuel.blogspot.co.id/2012/11/pengorbanan-seorang-ayah-ibu.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar